Selasa, 10 April 2012

Bore Up jupiter MX

Assalamuallaikum warrahmatullah,
Bersyukur kita masih bisa bergembira berbagi ceria dalam memodifikasi mesin motor, kali ini Bore Up menjadi tema utama modifikasi di RAT pada tahun 2011, motor harian yang standardnya ber-piston kecil, kita ubah menjadi silinder raksasa, kapasitas membengkak namun tetap minum premium, irit, awet, kencang, yah semua persyaratan motor standard harus ada lah :)   Karena kita semakin dipercaya mengerjakan mx kencang, maka saatnya berbagi, inilah riset kita . . .
Paket kiriman motor MX untuk dikerjakan bengkel RAT Motorsport
Paket Kiriman Motor MX untuk dikerjakan di bengkel RAT MOTORSPORT
Mendongkrak tenaga motor yamaha jupiter mx 135cc itu sangat menyenangkan dan mudah! Dari basic dasar kruk as yang mengusung langkah panjang, jarak baut tanam yang berjauhan, radius lubang crankase lebar, menjadikan urusan mendongkrak mx menjadi kencang itu urusan mudah, tapi ingat — beda tangan yang menangani pasti beda hasilnya lho… :)
Keterbatasan adalah :
1. Jalur air radiator; yamaha jupiter mx memiliki keunggulan sistem liquid cooled ( pendingin air ) sehingga kepala silinder mampu menerima kompresi hingga mendekati angka 11 : 1. Bandingkan dengan motor konvensional lainnya yang monoton bermain di 9 : 1. Jalur di kepala silinder ikut bersirkulasi di area blok cylinder, menjadikan dinding piston sangat dingin, efisiensi termal lebih bagus menjadikan komponen awet. Nah, ketika bore up, ketelitian pengaturan silinder wajib untuk mencegah kebocoran air radiator kedalam silinder setelah bore up.
2. Diacil Cylinder : Liner penampung piston berupa leburan alumunium dengan lapisan silicon, memberikan gesekan lebih minimum, setidaknya lebih baik dari liner konvensional. Sayangnya, blok silinder tipe ini tidak bisa di corter, ataupun dipakai untuk bore up! Kalaupun bore up harus mengganti dengan silinder tipe konvensional yang umum dipakai di motor-motor lain. Toh, motor sekapasitas tiger (200 cc) atau bahkan scorpio (225 cc) juga masih pakai liner tipe konvensional dan oke – oke aja… :)
Ada banyak pilihan tenaga …
Bore Up yamaha jupiter mx 150 cc
Ini adalah pilihan pemula , alias bore up “biasa” , dengan mengubah konfigurasi piston lebih besar menjadi 57mm, maka ketemu perkalian kapasitas mesin 149,78 cc. Yah beti lah, beda-beda tipis hehehe… cuma 15 cc.
Bore up paling aman, ga beresiko, pakai cylinder block set milik yamaha vixion. Istilah orang jaman sekarang Plug N Play, bayar langsung goyang, hahahahaha … apaaa coba?!? :D
Lari motor? Kok ya gitu-gitu aja… kalau tidak diimbangi modifikasi yang benar. Permasalahan utama, ternyata piston vixion tipe cekung permukaannya, jadi kompresi bukannya naik, malah turun… hehehe.. cape de..
Pakai blok bore up aftermarket untuk 150cc ? Cari yang piston flat ukuran 58,5 mm, itu ketemu kapasitas mesin 155 cc. Lumayan lah buat tarik-tarikan stop n go. Cek ulang clearances antara piston dengan dinding liner. Imbangan porting dan camshaft diperlukan.
Bore up pakai piston thunder…? Pikir 4 kali…
BORE UP ekstrem :: MX PISTON SCORPIO :: RAT
Bore Up Yamaha Jupiter MX 165 cc
Banyak opsi menawarkan blok mx bore up 165 cc, apalagi dulu, sudah jadi primadona blok dari thailand menyerbu pasaran, tips membeli blok bore up ini kudu 1 set dengan : Blok , piston, ring, pen, clip, dan gasket cylinder head serta blok.
Pengecekan juga masih diperlukan meniliki kerenggangan piston terhadap liner. Memberi tambahan ekstra jalur oli di dinding piston layaknya piston izumi.
Di tahap ini perhatikan betul masalah KOMPRESI, kubah ruang bakar jupiter mx tidak lebih dari 11 cc, artinya : perhatikan betul deck clearances piston, serta ketebalan paking cylinder head. Cylinder head bekas yang sudah terpasang memiliki ketebalan 0,4 mm, artinya menambah sumbangan 1.13 cc. Agar aman dipakai harian, kompresi harus kembali di kisaran 11 : 1.
caranya , masukkan ke rumus RK = V1 / V2 + 1.
11 = 165/v2 + 1
10 = 165/v2
v2 = 165 / 10.
v2 = 16.5 cc.
Nah, kekurangan 4cc ini bisa dibantu dari deck clearance, jaga agar piston memendam tidak kurang dari 1 milimeter dari bibir blok. Selain mesin lebih aman, tidak mudah jebol, getaran pada mesin lebih minim, suara mesin adem.
Penyesuaian Porting , Noken as, penggantian suplai karburator, knalpot, disini sangat diperlukan.
Karburator full REAMER untuk mesin BORE UP!
Bore Up Yamaha Jupiter MX 175 cc.
Piston FU bisa dipakai untuk bahan modifikasi jupiter MX, dengan menyesuaikan ulang pin piston, mengatur ulang ketinggian piston dan menambah paking cylinder block alumunium setebal hampir 2 milimeter, membuat modifikasi menggunakan piston fu cukup rumit dilakukan.
Cara lebih praktis bisa memakai forged piston aplikasi merk TDR. Diameter 62 milimeter, piston lebih ringan, hmm… menggairahkan untuk melontarkan kruk as di dalam mesin yamaha MX.
Pastikan engineer sudah sering melakukannya, karena resiko kebocoran akan terjadi jika salah menentukan tebal liner yang dipakai, serta kepresisian saat diatas meja bubut harus tepat persis kembali ke posisi standard bawaan motor.
Mau praktis? Bisa pesan blok mx 175 cc :) Kita siap membantu. Lebih sempurna lagi, kirim cylinder head dan blok set, kita tata ulang semua disini. Mangstab…!!! Perbedaan 30 % volume silinder menjadikan mx super beringas melaju di jalanan :)
Kalau ini foto saya waktu kecil : hahaha : Swega RAT
Bore Up Yamaha Jupiter MX 185 cc
Piston tiger merk BM1 bisa dipakai, keunggulannya diameter extra besar namun pin piston masih sama dengan MX jika di daerah surabaya, bisa didapatkan pada bengkel SAM MOTOR, di bilangan Panjang Jiwo.
Perlu diperhatikan ketika memakai piston-piston tipe umum, jarak top piston dari pinion harus dihitung tepat dalam mengatur deck clearances. Kemudian panjang piston, harus benar-benar aman tidak menumbur daun kruk as.
Ketebalan liner tetap menjadi kunci keawetan kinerja mesin. Minimum ketebalan liner 2,5 milimeter. Atau diameter liner umumnya memakai 71 milimeter. Memakai liner diesel adalah pilihan bijak meski harganya sedikit mahal.
blok 200 cc jupiter mx ::R A T ::
Bore Up Yamaha Jupiter MX 200 cc.
Bore up paling eksotis di tahun 2011, dan yang paling menyenangkan bagi kita. Telah beberapa motor mx harian kita desain menjadi 200 cc dengan piston berdiameter 65 milimeter.  Pilihan jatuh kepada piston bm1, atau lebih praktis memakai blok x1r japan.
Set blok x1r memiliki keunikan jalur radiator di bypass menggunakan selang-selang diluar blok yang meski tampak mengerikan tapi asyik. Air radiator tetep nyala. Motor aman buat jalan-jalan keliling indonesia… :)
Kompresi meningkat , kapasitas raksasa, karburator gambot, knalpot free flow, camshaft hi-lifter, apalagi diimbangi katub besar…!! Bayangkan sensasi performa motormu sekali seumur hidup , memiliki kendaraan mx yang luar biasa nikmat tenaganya :) Hanya pria sejati yang berani, dan penasaran mencoba untuk ber ekspresi lebih dan lebih lagi…
Kalau yang ini STROKE UP + BORE UP ala RAT 300cc :D
Perjalanan tahun 2011 masih panjang, dan kita masih ingin berbagi-bagi cerita pembelajaran kita dalam modifikasi mesin, alangkah indahnya anda kita bisa bersatu dan saling bertukar pikiran, silahkan main-main ke padepokan RAT untuk silaturahmi.
Inilah riset kami, memang riset itu membutuhkan waktu, sementara seiring berjalannya waktu pasti mengeluarkan banyak biaya, hanya dengan ilmu pengetahuan lah kita bisa mempersingkat riset, waktu dan biaya sehingga menjadi murah-meriah kencang…
Let's FLY ... ain'r RIDE :: RAT MOTORSPORT
Tetap Sehat -Tetap Semangat ! Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari.
Read More

Bore Up Suzuki Satria

Alhamdulillah,
Puji syukur kepada Allah SWT yang terus melimpahkan banyak rahmat dan rizky nya kepada kami. Kini kami semakin dipercaya menangani mesin motor Suzuki Satria F150, teknologi multivalve digabung dengan sistem DOHC , semakin membuat kami tertantang berpikir. Bukan hanya tentang bagaimana membuat motor kencang, atau bertenaga besar. Karena itu terlalu mudah. Tantangannya adalah, motor bertenaga besar, dengan modifikasi minimalis, yang awet, dan irit konsumsi bahan-bakar. Mumet…
Langsung kami sowan ke bengkel balap mobil kenalan, adalah cak Amin, engineer SMS motorsport di dekat kampus UPN Surabaya, pria ramah ini enak banget kalau diajak sharing, terutama tentang porting cylinder head mesin 4 klep. Mulai dari teori, hingga dicontohkan hasil portingnya, bagian mana yang menurut pengalaman dia boleh diambil dan tidak. Wow, mendengar beliau cerita ini rasanya seperti mendengar cerita stensilan, birahi sontak memuncak, omongannya tentang mesin begitu vulgar, ngga’ kuku… hehehe
Tak terasa gelas kopi dan bungkus rokok sudah habis malam itu, kami pun pamit pulang. Di dalam perjalanan hingga tidur pun semua wejangan terngiang-ngiang dalam mimpi. Inilah ilmu yang ditularkan, hingga membawa suzuki satria fu milik pelanggan dari kota apel, Malang, mampu meraung kuat di ruang dynotest milik Yamaha Banyuwangi Motor – Undaan Surabaya.
BORE UP!
piston scorpio modifan
Yeah, kenapa dipikir pusing, A.Graham Bell selalu bilang dalam bukunya four stroke engine performance tuning,BORE UP adalah hal termudah meningkatkan tenaga, kelebihan 8 milimeter ekstra luasan piston scorpio bisa dimanfaatkan memompa dapur pacu mesin. Mengandalkan stroke standard motor, sanggup mendongkrak kapasitas silinder menjadi 187 cc.
Penambahan 27 % kapasitas silinder belum tentu membawa tambahan tenaga dengan prosentase sama jika tanpa diimbangi modifikasi sempurna dan perhitungan cermat. Tapi setidaknya kita sudah ada modal menuju motor kencang! So kenapa ragu…
FU turing bore up scorpio
KOMPRESI
Mengapa motor standard bisa awet bertahun-tahun, sebaliknya motor balap race / drag umur nya dapat dihitung dalam jam kerja? Jawabannya hanya satu , KOMPRESI. Kompresi adalah sumber utama penghasil tenaga, namun juga sumber perusak durabilitas mesin. Mengapa? Kamu kira pabrikan honda, suzuki, yamaha itu membuat motor di Indonesia untuk balapan, bukan! Hanya untuk harian dan jalan-jalan ke pasar. Oleh karenanya kebanyakan memiliki kompresi antara 9 – 10 : 1, rendah banget. Kebetulan FU dengan karakter sport memiliki kompresi 10.5 : 1. Makanya sejak lahir dia sudah lebih kencang dari motor bebekmu , hehehe…
Mengukur dan menjaga kompresi tetap rendah adalah tugas engineer, memastikan ketepatan pemilihan oktan bahan-bakar yang dipakai sesuai modifikasi adalah kewajiban pemilik motor. Karena tantangannya harus awet maka kompresi dinaikkan sedikit saja di angka 11 : 1. Kok bisa ? Kapasitas melonjak kok kompresi tetap rendah? Harusnya kan minim udah 13 : 1.
Ayo sekali-kali kita belajar, bagaimana menurunkan kompresi! :) Hehehe…
- Penambahan paking blok cylinder : paking blok maupun paking head berpengaruh terhadap jarak atap piston terhadap kubah, celah ini semakin renggang maka kompresi pun semakin turun.
- Mendesain piston dengan atap cekung, seperti milik motor honda karisma, jangan yang dome terus :) Toh buktinya enak, motor ringan dan nafas terus hingga belasan ribu rpm.
- Melebarkan kubah ruang bakar dengan pisau tuner, ingat perbandingan kompresi adalah pembagian antara kubah ruang bakar melawan silinder, pembentukan ulang kubah ruang bakar sesuai volume silinder yang baru mutlak perlu.
apalagi ya… dari cam juga bisa, :) nanti dulu tapi ya …
Kekuatan Porting
Konfigurasi katup inlet 22 milimeter milik fu dalam memasok bahan bakar ke silinder dirasa cukup. – cukup maksa maksudnya hahaha…  karena sebenernya ya tidak cukup, dicukup-cukup kan karena dana nya sang empu motor belum cukup buat bikin klep dengan lebar yang cukup hehehehe… cukup bingung kan bacanya. Lagipula membuat klep lebar butuh waktu dan antrian lama di proses fabrikasi / pembubutan. Bagaimana solusinya?
inspirasi porting
Meniru cylinder head honda estillo jawara milik team SMS Drag Racing yang turun di kelas sedan 1.700 cc standard, dimana memainkan cam dan klep adalah haram hukumnya, jadi yang diandalkan ya kompresi dan porting, gila! Melebarkan kiri kanan porting serta fokus di bowl area adalah jawabannya. Lebar porting dibuat 32 milimeter. Dengan melebarkan kita berusaha menambah air flow tapi tanpa mengurangi gas speed. Kenapa? Karena ini sebetulnya mesin maksa, klep kecil kecenderungannya hisapannya terlalu cepat.
Berpikir ala konvergen dan divergen. Memang jika hanya portingnya saja yang dibesarkan efeknya tidak akan se-istimewa jika klepnya disesuaikan, repot kan. Namun karena menjaga konfigurasi mesin tetap Big Bore, dimana dia memiliki langkah pendek cenderung piston speed lebih rendah, mesin dirasa mampu dipacu belasan ribu RPM untuk mengejar kecepatan udara dalam porting. Coba deh lihat spec motor special engine macam, Honda CRF 250, piston 78mm stroke cuma 52mm. Yamaha Yz250f , piston 77mm stroke cuma 54mm. Atau sang jawara drag FFA milik tim kolor ijo, KTM 250 sx-f diameter piston 76mm stroke 55mm. Semuanya pistonnya gede-gede, stroke nya relatif jauh lebih rendah. Portingnya bagaimana hayo…? Search di google deh… itu pedoman untuk bikin fu :)
Noken as gemuk
Kalau kita disuruh mempertahankan noken as standard? Bisa! Namun ya setengah mati nyetingnya dan tenaga tidak keluar maksimal. Lagipula kita kan punya ilmu, kenapa tidak dilakukan demi manfaat yang lebih banyak. Nah, disini peranan noken as kerbau baru diperlukan. Ketika efisiensi volumetrik sukar dijangkau dari konfigurasi katup, maka durasi dan lifter noken as lebih dimainkan. Terutama durasi katup, ketika ditunjukkan camshaft honda estillo yang dipapas 2 milimeter hanya untuk mengejar profil, tapi ternyata cuma menambah lifter 1 milimeter, kita sangsi mampu memberikan tenaga lebih. Namun kata cak amin, cam seperti itu ternyata mampu memberi lebih banyak flow dibanding cam hi-lifter. Efeknya lari kendaraan lebih nyedo0o0o0t kaya 2 tak, bukan kaya bencong lho… ^_^
camshaft racing suzuki raider RAT
Oke, tinggal kita tiru dan sempurnakan, daripada main papas, kali ini noken as standard fu kita babet dengan las argon setebal 2 milimeter, kemudian digerinda ulang untuk menghasilkan lifter + 1 milimeter namun dengan profil lebar. Dengan main las, pantat cam tidak tersentuh, sehingga kami masih bisa memasang dekompresi cam, alias ntar kalo nyelah ga susah. Alhasil, electric starter pun masih mudah dinyalakan, tekan langsung greng. Celah shiem terhadap cam 0,10 milimeter inlet, 0,12 milimeter outlet. Suara cam bisa diminimalisir cuma husuk husuk husuk gitu suaranya agak2 ngosos gitu deh hehehehe :D
Belum mampu membeli pir klep racing, bisa diakali dengan penambahan ganjal ring setebal 1 milimeter dibawah pir klep inlet dan 0,7 milimeter dibawah pir klep out. Kalau ada duit buat beli pir katup racing, pasti kita tambahi modifikasi back cut valve, tambahan tenaga 10 % lagi bisa didapatkan. Hufffttt… emane…
chipatkai.. tukang bubut andalan lagi me-reamer head fu
SUPPORTING APPAREL
Perangkat pembantu tenaga lain adalah CDI Rextor adjustable, karburator pe 28 milimeter, knalpot aftermarket, kampas kopling suzuki RG150R, pir kopling TDR. Dibeli karena memang dibutuhkan. CDI itu diperlukan untuk menaikkan pengapian di 37 derajat menjelang TMA serta membuka limiter , sehingga ketika diumpan di 12,000 RPM mesin cepat teriak bersambung tidak terputus pengapiannya.
Kampas kopling dan pir kopling dibeli karena bawaan standard sudah selip menerima tenaga baru, kalau ga selip ya pake aja yang standard. PE 28 milimeter diharapkan mampu terus menyuplai tenaga di putaran menengah ke atas, kenapa ga make karburator lebih besar? Sebenernya pengen, tapi sang pemilik motor masih takut boros, hihihi…
Semua sudah tertata rapih, bismillahirrahmanirrahim… mesin dinyalakan, road testing… top speed ternyata mampu menembus 150 kpj, wow… tipuan speedometer atau sugesti? Belum asyik kalo belum dicoba balap 800 meteran , hasilnya melibas mx 200cc, megapro 200cc 23dk tipis 2 body, bahkan melibas jauh kawasaki-zx modifan ibukota yang sudah piston tiger klep tiger dengan topspeed 170 kpj (ternyata yang kencang speedometernya aja) wkwkwk…
Kalau kata tuner modern, apalah arti sebuah topspeed tanpa fakta empiris hasil modifan kamu? HOAK! Lebih baik dynotest… okeeeyy… kita jabanin. Langsung mengangkat telf untuk menghubungi mas Adi dari Dealer Resmi Yamaha Banyuwangi Motor, disana tersedia dynotest sportdevice dari REXTOR, kita janjian khusus untuk menyewa alat dyno nya. Perjalanan dari sidoarjo ke surabaya sejauh 40 kilometer, ditempuh hanya untuk mengetahui hasil testing. Dan inilah hasilnya, Power 24 DK meruncing hingga di puncak 11,000 RPM, Torsi besar sudah didapat di 9,000 RPM 17.5 Nm, kata mas Adi jika mampu sedikit lagi menyempurnakan jetting karburator maka tenaga 25 dk bukan tidak mungkin mudah diraih. Bagaimanapun, tetap patut disyukuri dari hanya modal sederhana , berbuah kebahagiaan pemiliknya…
Dyno result
dyno graph satria fu
Tetap Sehat – Tetap Semangat : Biar Bisa Modifikasi Mesin Tiap Hari!
Read More

Korek Harian Blade dan Absolut Revo

Alhamdulillah,
preparation dynotest
Maha besar Allah dengan segala kemurahan limpahan rahmat dan rejek-Nya, bengkel semakin ramai dan penuh sesak dengan motor  konsumen yang ingin di korek harian maupun order paketan dari luar kota hingga luar pulau jawa. Disitu kami menyadari betapa sibuknya kami di pagi hingga sore hari, pekerjaan yang melelahkan hingga terkadang  menimbulkan rasa jemu. Namun ketika pulang kantor bisa bertemu keluarga dan orang tersayang , rasanya semua menjadi membahagiakan. Mengantar sang buah hati ke puskesmas , ke posyandu, membelanjakan susu untuk anak, hemmm… rasanya hidup ini lebih ber arti. Hehehe…
Udah ah, ntar malah nge-dongeng cerita lucunya anakku bisa ga habis-habis, padahal niatnya mau bagi cerita korekan motor nih ke temen-temen semua. Kali ini korban selanjutnya dijatuhkan pada mesin motor yang sering dipakai Nidji , lha kok tembus ke grup band pelanggan kita?! Hahaha… Brand ambassador PT. AHM motor ini kan sering didaulat mengiklankan Honda absolute revo. Nah kali ini korbannya tuh motor…
intake manifold tdr
Honda memang melakukan sebuah quantum leap, dengan memproduksi basic mesin Honda absolute revo / Honda blade. Setelah mesin seri-C yang legendaries (bahkan saya masih punya Honda grand untuk balap) saya rasa mesin ini bakal melegenda kedepannya.  Lihat aja standardnya udah kepala 8 daya kuda di ukur pada meja dynotest.  Bahkan mas hermanu, HKU racing dengan memain-mainkan setelan klep saja udah bisa merubah-rubah pola torsi dan tenaga standardnya.  Asyik juga tuh…
Herannya kok banyak juga yang belum puas akan tenaga standard, apa karena terbeban konstruksi rangka, jadi meskipun dibekali dapur pacu 110cc, terasa kurang tenaganya?! Lihat history RAT belum pernah mengorek secara serius Honda blade / revo absolute, kalo Cuma porting polished, modif cam, ganti piston Jupiter, ganti knalpot sih sering cuma ngapain juga di upload kalo gitu :D Jadi waktu pelanggan datang tanya : Mas udah pernah bore up Honda blade / revo ? , kita jawab jujur : Belum pernah tu mas.  Pelanggan Tanya lagi : tapi bisa kan mas ? , jawab lagi : Bisa lah … wani piroooo ??  wkwkwk…  Dari model percakapan serius tapi santai kita jelaskan bahwa modifikasi mesin sejati itu membutuhkan banyak pengorbanan, ini hobby, tentang kepuasan jiwa, jadi jangan perhitungan untung rugi karena bukan dagang. Jangan kaget kalau ada piston mlethek (pecah) saat riset. Kalau sampai pada percakapan ini orangnya sudah mundur ya berarti segitu aja keberaniannya menghadapi tantangan dan resiko, belum cocok untuk mengendarai motor bertenaga besar :D Tapi kalau maju, riap-siaplah memiliki motor kencang .. aseekk-aseekkk.
cek up kepala silinder setelah dynotesting
Setelah diberi keleluasaan open budget, barulah dibongkar project mesin seru ini. Lagian liat di internet banyak tuh link ngebahas : korek mesin Honda blade. Kita pilih satu sumber terpercaya Otomotifnet aja lah, kita amati, tiru, dan kembangkan…  Adalah motor Honda blade road race kelas nasional Motoprix tim Honda Banten yang dikendarai mariasan kocex, eh bener ga bisa diaplikasikan ke motor harian?!
Kunci aman kompresi
Kendala pertama, baut tanam yang tidak begitu lebar. Mau bore up aja harus pecah mesin, memperbesar lubang crankcase. Sekalian deh nge- center dan nge-balance ulang kruk as. Dan ada terapi istimewa nih kruk as nya di hardening ulang, supaya gak gampang melintir kalau digeber, patah iya wakaka… Bore up mentok blade rasanya pake piston sonic masih bisa, cuma ga seru ah, lagi pengen main cc kecil.
Ganti liner dengan yang lebih tebal milik Honda karisma, polesan liner masih menyerupai standardnya dengan alur menyilang namun ketika diraba dengan tangan sangat smooth licin. Kemudian piston dijejali dengan diameter  53.4mm FIM BRT , ring piston mengandalkan milik Suzuki shogun 110. Kepala piston mentah dibubut ulang , hingga disisakan dum piston 1,5mm saja meniru dum piston smash masuk ke ruang bakar. Ini pun setelah riset sebelumnya pakai dum piston 2,5mm lha kok pistonnya cuil, pecah pinggirnya, weleh-weleh…  Kompresi dipatok dikisaran 12 : 1 aja kalo gitu.
piston mini - hasil maksi
Kepala Silinder kunci tenaga
Tidak dapat dipungkiri sumber tenaga terbesar dari rangkaian part ini. Dengan rocker arm roller dan rasio rocker arm 1 : 1,5mm , menjadikan noken as Honda blade / revo lebih efisien dengan pinggang gemuk. Lift cam yang masih bermain di 5,5mm sudah mampu mengangkat katup setinggi 8mm lebih. Ngeri gak tuh, kalau di asal aja nge-garap cam dengan lift 6mm aja udah mencapai angkatan 9mm di klep. Bandingkan dengan Yamaha Jupiter , kalau pangkasan 6mm masih berada dikisaran 7mm sebenarnya. Apalagi Honda grand yang rasio rocker arm nya berimbang 1 : 1 . Mau bikin lift 8mm butuh usaha ekstra dalam menggerus noken as nya.
Overlaping klep tinggi membutuhkan pir klep dengan kekenyalan teruji. Pir klep active yang konon katanya diimppor dari swedia, didaulat mengawal gerak naik turun batang klep. Terbukti pir klep mampu mendongkrak putaran mesin yang standardnya mentok di 9,000an RPM, kini bisa melengking 12,000 rpm. Bayangkan jika pakai pir klep jepang BRT yang khusus road race, kami rasa mesin bisa melengking hingga 13,000  atau 14,000 rpm. Hihihi… Ngeri!!
pir klep swedia vs japan
Konfigurasi dirubah menjadi katub masuk diameter 26mm, buang 23mm. Diambil dari katub Honda sonic, dikecilkan ulang. Sudut derajat ditata ulang, sekaligus menggeser lubang porting, didesain semi down draught. Terus terang nge-porting head itu lebih banyak main feel, emang Tuhan menciptakan kita dengan indera perasa bukan?! Karena sudah terbiasa hampir tiap hari kegiatannya nge-tune silinder head, tanpa disadari seakan diberi perintah dari dalam hati ini begini-begitu. Cukup dilihat, diraba, diterawang :D hahahha.. untuk mendapatkan feeling seperti ini saya rasa kudu melewati ratusan jam menghadapi silinder head dan berkali-kali mengalami kesalahan seperti kita :D   Ternyata setelah diukur lha kok diameter luar 23mm, samping kiri kanan bushing klep 26mm, ciamik..!! Gak kebablasan :D
Pengabut bahan bakar dipercayakan dari karburator keihin pe28mm. Intake manifold TDR yang diperpendek. Ukuran pilot jet ketemu di angka 40, main jet 125. Setingan basah, maksudnya untuk main aman.  Nanti kalau sudah jalan enak, baru di set ulang karburatornya , cari hari khusus untuk seting karburator soalnya ya cukup menjengkelkan kalau ga nemu-nemu :D
piston cuil itu biasa... Lanjut!!
stang putus, piston rontok... juga biasa.. Lanjut!!
SUMBER DAYA LEDAK
Magnit masih menggunakan standard , hanya dibubut ulang untuk meningkatkan torsi. Diteruskan kepada otak pengapian BRT Maxtronic, diteruskan ke koil  standard, dan busi standard yang diganjal ring 2 lapis. Tidak ada hal yang istimewa di pengapian, hanya butuh untuk membuka limitasi , dan derajat titik ledak sedikit lebih advance. Terlalu memajukan waktu penyalaan akan meningkatkan kecendurangan detonasi/knocking yang akan menghancurkan mesin. Namun pengapian yang terlalu mundur akan menyebabkan tenakan maksimum pada langkah tenaga menurun. Jadi yang baik tetaplah yang PAS. Ini menurut buku wajib mahasiwa teknik mesin Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya, judulnya : MOTOR BAKAR TORAK, tulisan D.Sungkono Kawano. Banyak banget prinsip untuk mengembangkan tenaga.
rahasia penerus daya dan kesetimbangan
PENERUS DAYA
Sistem transfer daya kami buat ringkas, melengserkan bak kopling standard, diganti dengan aplikasi kit dari SYS racing. Jedek rumah kopling sentrifugal dimatikan. House kopling mengandalkan milik Honda Karisma/ Honda supra 125, pir kopling racing, kampas kopling racing. Batin jadi tenang deh ga bakal ada tenaga selip ke roda.
Benar saja, ketika diusung ke meja dynotest Banyuwangi Motor undaan, dari 15 kali running,  Alhamdulillah hasil modifikasi ini terbayarkan sudah dengan kepuasan bisa menembus 16,3 dk di 9.180 RPM dengan torsi maksimum 13.1 nm di 8.522 RPM, sesuatu banget ya.. ciee… Gigi 3*udah hampir 100 kpj,  itupun sebenernya hasil gak maksimal karena gir depan belakang masih pakai standard. Suspensi belakang standard pula, jadi waktu digeber di dynotest, motornya membal-membal saat dikecepatan tinggi. Walaupun Ban gede gini juga tetep ga dapet traksi, kualitasnya kurang ya, Cuma ogah sebutin merk ah, dosa  :D Harusnya mungkin bisa 17 atau bayangan saya di 18 dk hauhauhau :D Kesempatan…
tabel rpm : tenaga : torsi honda revo 125cc
Kenyataannya, berarti boleh juga tuh tulisan majalah nya ajib!! Pahala buat om Akiang, rudi jaya motor banten, yang udah mencurahkan pikirannya untuk ngeriset motor, ama pahala buat yang punya motor udah mau mencurahkan dana buat riset, serta wartawannya yg udah nulis , dan banyak lagi pahala untuk orang yang terlibat :D Kalau ga bisa nerapin berarti bukan salah yang nulis, salah mu sendiri ora iso hahhahahah :D bercanda guys…
Tenaga segini sebenernya kalo bisa dihasilkan dari karburator standard udah bisa dipake buat meliuk-liuk di kelas pemula kali ya … Hemmm… Jadi pengen riset motor roadrace nih, yamaha jupiter atau honda blade / revo, kita siap bantu… siapa ya yang sehati dan serius dengan RAT, hasilnya kita bagikan untuk seluruh Indonesia  Aseekkk…
Sekarang waktunya pulang, mengembalikan sisa duitnya pak bos, karena kemaren dikasih dana lebih dari anggaran. Busyet… loyal banget deh. Tapi berdoa aja kembaliannya dikasihkan lagi hahaha… Lumayan buat vaksinasi meili, mana sekali suntik + konsultasi  dokter bisa 500,000,- an. Weleh-weleh, enak amat jadi dokter ya, sehari nerima 10 pasien aja udah berapa penghasilannya?! Mana rapih-rapih dandanannya, bersih.. :D Gak kayak kita para dokter mesin, udah jelek , bauk oli, katrok pula hahaha… persis orang Ndeso!!! Tapi apapun kita , yang penting …
prof. abby RAT - spesialis honda kencang :)
Read More